Rerata daya fokus atau konsentrasi orang dewasa akan menurun setelah 30 menit berlalu. Konsentrasi akan kembali prima setelah pikiran rileks selama 10 menit. Itu artinya, setiap 30 menit sekali karyawan harus melakukan jeda 10 menit untuk mendapatkan konsentrasi optimal. Jika hal ini tidak dilakukan, otomatis akan berisiko pada penurunan kinerja karyawan.
Satu di antara gejala menurunnya konsentrasi adalah kesalahan dalam pengetikan atau yang dikenal dengan istilah typo. Salah ketik mungkin dianggap wajar dan manusiawi sehingga dapat ditoleransi. Namun, dalam situasi tertentu, kesalahan ini dapat menimbulkan masalah besar. Misalnya, kasus salah ketik yang dilakukan staf Kemendagri dalam penulisan surat untuk KPK bulan Juni lalu. Atasan staf tersebut langsung mendapat teguran dan staf yang bersangkutan mendapat sanksi berat, yakni diberhentikan.
Salah ketik yang juga dapat menimbulkan masalah, misalnya typo dalam penyusunan laporan keuangan. Satu angka saja keliru, dapat berakibat fatal.
Karyawan yang sangat berisiko pada kesalahan dalam pengetikan ini adalah customer service atau tim support yang melayani pelanggan melalui percakapan langsung (live chat). Padahal kesalahan yang dilakukan akan langsung terbaca oleh pelanggan. Hal ini setidaknya menyebabkan tiga kerugian. Pertama, menimbulkan persepsi negatif pelanggan terhadap perusahaan yang memperkerjakan karyawan tidak profesional. Kedua, salah ketik dapat menyebabkan kesalahan pemahaman dari pelanggan terhadap maksud dari tim support. Ketiga, membuat pelanggan merasa diremehkan atau tidak dihargai.
Lantas, adakah solusi untuk mengurangi potensi salah ketik yang dilakukan karyawan? Hasil temuan sebuah perusahaan wewangian asal Jepang, Takasago, menunjukkan bahwa aroma lavender dapat menurunkan kebiasaan salah ketik hingga 20%. Typo semakin berkurang jika karyawan menghirup aroma melati dengan persentase penurunan sebesar 33%. Penurunan semakin signifikan dengan wewangian lemon, yakni mencapai 54%. Temuan tersebut sejalan dengan hasil penelitian Meikai University’s School of Dentistry, Jepang, bahwa hormon kortisol atau yang juga dikenal dengan hormon stres—hormon hasil kelenjar adrenal yang menekan sistem kekebalan tubuh, memicu jerawat, obesitas, meningkatkan tekanan dan gula darah, dan sebagainya—dapat diturunkan dengan aroma lavender dan lemon.